Ia juga menyoroti masih adanya pejabat daerah yang peduli terhadap penderitaan masyarakat.
Namun menurut Basyir, jika kerja-kerja eksekutif, legislatif, dan yudikatif ditinggalkan tanpa kesadaran dan partisipasi kelompok masyarakat, maka para tokoh itu akan berjuang sendirian dan menguras banyak energi.
“Menyuarakan kebenaran memang punya konsekuensi. Ada yang melabeli kita pengganggu, bahkan ada upaya pembungkaman lewat stigma dan kriminalisasi. Padahal sejarah membuktikan, bangsa ini lahir karena keberanian orang-orang biasa yang menolak diam,” lanjut Basyir.
Menutup pernyataannya, Basyir menegaskan kembali prinsip dasar demokrasi. “Harus kita tegaskan Suara Rakyat Bukan Kriminal. Berpendapat, berunjuk rasa, menulis, dan mengawal kebijakan adalah hak konstitusional. Selama dilakukan dengan cara bermartabat dan bertanggung jawab, itu bukan kejahatan, melainkan bentuk cinta pada negeri.”
Ia berharap agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar dihidupi. Agar demokrasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi dirasakan di jalan, di kampus, dan di setiap kebijakan yang menyentuh hidup rakyat.
Tentang PC IMM Kota Ambon
PC IMM Kota Ambon adalah organisasi mahasiswa yang berkomitmen mengawal isu kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial di Maluku melalui kaderisasi, kajian, dan aksi nyata. **










