JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Sekolah Rakyat strategis untuk mengentaskan kemiskinan.
Dilansir dari Koran Jakarta, dirinya menilai konsep tersebut akan memberi ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa membebani orang tua. “Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (27/04/26).
Ia berharap, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja. Selain manfaat sosial, dia mengharapkan, pembangunan Sekolah Rakyat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pelibatan tenaga kerja lokal, penggunaan material dari daerah setempat, serta peningkatan aktivitas UMKM, rumah sewa, dan jasa pendukung lainnya, kata dia, akan menggerakkan perekonomian lokal.
“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” katanya. Ia meminta seluruh pihak terus mengawal proyek ini agar selesai sesuai target, tanpa mengabaikan mutu bangunan dan keselamatan kerja. “Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua secara nasional mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dan masyarakat berpenghasilan rendah.










