Selain itu, peserta juga diharapkan memahami pentingnya loyalitas dalam organisasi pemerintahan. Sebab, birokrasi dibangun melalui kerja sama dan koordinasi yang baik, sehingga setiap ASN harus mampu bekerja dalam tim dan menghormati kepemimpinan dalam organisasi.
Wali Kota menambahkan bahwa budaya kerja yang ingin dibangun adalah budaya yang berfokus pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara profesional.
“ASN tidak perlu bekerja di luar tugasnya. Cukup memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan baik, itu sudah merupakan bentuk tanggung jawab sebagai PNS,” jelasnya.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam Latsar adalah pembentukan karakter sebagai pelayan masyarakat, ASN harus memiliki mental melayani, siap menerima kritik, masukan, bahkan keluhan masyarakat dengan sikap yang dewasa dan profesional.
Tak hanya itu, para peserta juga didorong untuk membangun solidaritas, rasa bangga, dan tanggung jawab sebagai bagian dari korps ASN.
Dengan semangat tersebut, setiap kebijakan pemerintah dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan dan kondisi yang dihadapi daerah.
Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik dan kembali sebagai ASN yang berAKHLAK, disiplin, bertanggung jawab, loyal, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.










