Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaHukum & KriminalNasionalUtama

KPK buka peran 4 orang kepercayaan Menteri Nusron, jangan kaget

14
×

KPK buka peran 4 orang kepercayaan Menteri Nusron, jangan kaget

Sebarkan artikel ini
Pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Fadh El Fouz Arifiq (kanan) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9). Foto: Ricardo/JPNN
Link Banner

Uang yang dikumpulkan Arif tersebut kemuian diserahkan kepada Fahd. “Selanjutnya, uang-uang diberikan kepada FEZ,” kata Taufik. Penyidik KPK sedang mendalami pihak-pihak yang diduga memberikan maupun akan menerima uang yang disetorkan tersebut.

“Penyidik masih terus mendalami asal-usul, peruntukan, aliran, serta pihak-pihak yang diduga menerima maupun menyerahkan uang tersebut, termasuk kaitannya dengan proses layanan pertanahan pada berbagai level atau tingkatan di Kementerian ATR/BPN,” tuturnya.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026. OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sehari setelahnya, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga  Wali Kota Minta DPRD dan Pemkot Serius Kaji Dampak Galian C di Ambon

Mereka adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, dan Rizal Pahlevi selaku pihak swasta atau perantara Summarecon.

Tersangka lainnya adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry. Keempatnya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tidak ada alasan resmi yang mengatakan Purbaya gagal. Bahkan angka pertumbuhan ekonomi pada masa awal jabatannya tidak buruk. Pertumbuhan mencapai 5,39% pada…