Kata Tethool, selama ini ada kasus ketika siswa memperoleh kesempatan kuliah di luar negeri, tetapi ditolak oleh orang tua.
Padahal lanjutnya, sekolah sudah membangun kerja sama dengan berbagai universitas terbaik.
Lebih jauh ditandaskan, kondisi seperti ini dapat memengaruhi reputasi sekolah dan kemitraan yang telah dibangun.
“Komisi IV juga mendorong penguatan layanan kesehatan di lingkungan sekolah melalui pembentukan unit layanan kesehatan atau puskesmas pembantu (Pustu),” ucapnya.
Keberadaan fasilitas kesehatan sangat penting mengingat sebagian besar siswa tinggal di asrama sehingga membutuhkan penanganan cepat ketika mengalami gangguan kesehatan.
Tethool menekankan layanan kesehatan yang siaga di lingkungan sekolah sehingga ketika siswa sakit dapat segera mendapatkan penanganan awal tanpa harus menunggu terlalu lama. *










