“Bisa saja teman-teman mengajar, tetapi lebih baik kalau guru mengajar sesuai dengan bidangnya. Karena itu, kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan melalui kolaborasi dan MoU untuk meminta bantuan guru-guru mengajar mata pelajaran umum di SUPM Waiheru A mbon,” jelasnya.
Di sisi lain, upaya penambahan guru secara permanen masih menunggu kebijakan dan kesempatan penerimaan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini lantaran dalam beberapa tahun terakhir SUPM Waiheru Ambon belum memperoleh tambahan kuota guru dari kementerian.
Lebih lanjut, Usemahu menilai ketersediaan tenaga pendidik yang sesuai bidang keahlian merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan.
Terlebih, Maluku memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sehingga membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan serta keterampilan yang memadai.
Sejalan dengan hal tersebut, dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku, dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tenaga pendidik, tetapi juga pengembangan pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan sektor kelautan dan perikanan di daerah.
Dengan dukungan tersebut, pihaknya berharap peserta didik SUPM Waiheru Ambon dapat memperoleh pendidikan yang lebih optimal sekaligus memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Maluku. (AM-18)










