Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya pelayanan publik yang bersih. Budaya menolak praktik suap, melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran resmi, serta mengawasi jalannya pelayanan publik merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun tata kelola yang lebih baik.
Hingga kini, hasil survei tersebut masih menjadi bahan diskusi di berbagai platform. Ada yang menganggapnya sebagai alarm untuk mempercepat reformasi, sementara yang lain menilai hasilnya perlu dibaca secara hati-hati karena berbasis persepsi dan memiliki keterbatasan metodologis. Yang jelas, harapan masyarakat tetap sama, yaitu hadirnya institusi penegak hukum yang profesional, transparan, dan dipercaya publik.***










