Karena itu, seluruh pelayanan harus dilakukan secara profesional dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pelanggaran SOP, khususnya dalam pelayanan kesehatan, tidak dapat dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan nyawa pasien. “Kalau ada anak-anak kita yang melaksanakan tugas dan menyalahi SOP, itu merupakan pelanggaran. Apalagi di bidang kesehatan, tentu berbeda karena berhubungan dengan nyawa orang,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Vanath, tidak menutup mata terhadap persoalan di RSUD Haulussy. Manajemen rumah sakit diminta terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan maupun pengelolaan sumber daya manusia. Meski masyarakat memiliki pilihan fasilitas kesehatan lain, Vanath berharap kepercayaan terhadap RSUD Haulussy sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah tetap terjaga.
“Percayalah bahwa ini masih bisa diandalkan untuk merawat masyarakat Maluku. Ini rumah sakit rakyat Maluku,” katanya. Kunjungan Wagub diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan pelayanan, sehingga setiap keluhan pasien dapat ditindaklanjuti secara serius dan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan sesuai kebutuhan medis. (AM-18)













