“Kalau ibu mengalami kekurangan energi atau kekurangan protein, maka anak juga akan menerima dampaknya. Karena itu mama-mama harus menjaga kesehatan, makan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.
Menurut Norimarna, pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemberian vitamin atau suplemen. Asupan makanan bergizi tetap menjadi fondasi utama, yang perlu diperhatikan ibu hamil dan keluarga.
Ia meminta keluarga ikut mendukung ibu hamil dengan menyediakan makanan, yang memiliki kandungan gizi memadai.
Pemilihan bahan pangan, kata dia, seharusnya tidak semata-mata didasarkan pada kemudahan memperoleh makanan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ibu dan anak.
Norimarna juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta mengikuti arahan tenaga kesehatan. ***










