Arikamedia.id, AMBON – Gerakan Tanam Gadihu (GERTAG) yang digalakkan Pemerintah Kota Ambon sebagai upaya mewujudkan kota yang bersih, hijau, asri dan nyaman tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi harus diikuti dengan komitmen untuk merawat dan memastikan tanaman tumbuh dengan baik, Jumat,(21/8/26).
Sebab, jika tanaman yang baru ditanam justru dibiarkan hingga mati, maka keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Ambon yang hijau, asri dan nyaman patut dipertanyakan.
Pasalnya, sejumlah tanaman gadihu yang ditanam di kawasan Transit Passo kini terlihat mati dan tidak terawat. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan, mengingat lokasi itu merupakan salah satu titik yang dipilih Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk pelaksanaan Gerakan Tanam Gadihu pada 24 Juli 2026 lalu.
Saat itu, Pemkot Ambon melakukan penanaman gadihu di tujuh lokasi ruang publik sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat upaya penghijauan, tetapi juga memperindah wajah kota sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih asri, teduh, dan nyaman bagi masyarakat.
Sayangnya, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan tersebut.tanaman yang belum lama ditanam untuk mempercantik kawasan kini sebagian terlihat mati dan tidak terawat.










