BeritaNasionalUtama

JALANAN JAKARTA BISING! Cerdiknya Mahasiswa UI Sindir Presiden Prabowo, Pengendara Ramai-Ramai Serbu dengan Klakson!

9
×

JALANAN JAKARTA BISING! Cerdiknya Mahasiswa UI Sindir Presiden Prabowo, Pengendara Ramai-Ramai Serbu dengan Klakson!

Sebarkan artikel ini
Aksi demo mahasiswa UI di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (12/6/26).

JAKARTA – Aparat boleh saja memblokade jalan, tapi mereka tidak bisa membungkam kreativitas mahasiswa! Ribuan massa BEM UI dan aliansi masyarakat sipil yang dihadang ketat oleh aparat gabungan di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (12/6) sore punya cara super cerdik untuk meluapkan protes.

Tak bisa menembus Bundaran HI, mereka langsung “menodong” suara rakyat lewat aksi teatrikal di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman!

Sejumlah mahasiswa jaket kuning nekat membentangkan tiga kertas bertuliskan kalimat provokatif yang langsung menyengat hati para pengguna jalan:

    “Klakson kalau kalian sebel sama Prabowo Gibran.”

    “Klakson kalau kalian cape bayar pajak mahal.”

    “Klakson kalo kalian cape jadi WNI.”

Baca Juga  Calon Sekkot Ambon Diuji Soal Pungli dan Disiplin ASN, Ini Jawaban Mereka

Sambil menyodorkan tulisan itu, orator di atas mobil komando langsung menyentil kebiasaan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu sering plesiran ke luar negeri di tengah jeritan ekonomi rakyat bawah.

“Duit pajak kita cuma dipakai ke Prancis temen-temen. Klakson temen-temen, suarakan suara kalian!” teriak salah satu mahasiswa UI lantang.

Dikutip dari Koran Bali Express, Hasilnya? Jalanan Sudirman mendadak riuh dan bising! Ratusan pengendara mobil hingga motor secara spontan bersahut-sahutan membunyikan klakson panjang sebagai bentuk validasi atas rasa frustrasi mereka terhadap pemerintah. Suara klakson massal ini langsung disambut sorak-sorai kemenangan dari ribuan mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Arikamedia.id, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa mayoritas pemerintah daerah saat ini telah melampaui batas maksimal belanja pegawai…