Dirinya membeberkan, kerja sama yang telah terjalin mencakup pengembangan desa siap tsunami melalui kolaborasi dengan UNESCO, pemasangan rambu-rambu evakuasi, serta penerapan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
Selain itu, BMKG telah melaksanakan sekolah lapang bagi nelayan dan sekolah lapang iklim untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai kondisi alam dan berbagai risiko yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Sistem peringatan dini dan rambu evakuasi harus didukung dengan pemahaman masyarakat agar setiap informasi kebencanaan dapat direspons secara cepat dan tepat, sehingga warga mampu mengambil langkah penyelamatan diri demi mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
Ia berharap kolaborasi antara BMKG dan pemerintah daerah terus berlanjut sehingga edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. (AM-18)










