Keduanya berjuang melawan derasnya arus dan tingginya gelombang demi menyelamatkan korban.
Namun dalam proses penyelamatan tersebut, Briptu Rishyant dan Serda Rangga justru ikut terseret ombak hingga akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut menyita perhatian publik dan menghadirkan kisah heroik tentang dua aparat negara yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan generasi muda bangsa.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kenaikan pangkat luar Biasa anumerta yang diberikan Kapolri merupakan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan luar biasa yang telah ditunjukkan almarhum.
“Brigpol Anumerta Rishyant Tutupoho adalah pahlawan kemanusiaan. Ia tidak gugur dalam pertempuran ataupun operasi kepolisian, tetapi gugur ketika mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak bangsa. Pengorbanan seperti inilah yang menjadi makna sejati pengabdian seorang Bhayangkara,” tegas Kapolda Maluku.
Menurut Kapolda, tindakan yang dilakukan almarhum mencerminkan nilai luhur kemanusiaan yang menjadi ruh pengabdian setiap anggota Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat.
“Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, almarhum tidak berpikir tentang keselamatannya sendiri. Ia memilih bertindak demi menyelamatkan nyawa orang lain. Keberanian dan ketulusan seperti ini merupakan teladan yang harus diwariskan kepada seluruh anggota Polri,” ujarnya.










