Laporan tersebut tampaknya bertujuan untuk menggarisbawahi klaim Teheran bahwa mereka mengendalikan selat tersebut, koridor utama untuk pengiriman minyak dan gas alam. Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Teheran telah menggunakan kemampuannya untuk menutup jalur air tersebut sebagai sumber pengaruh utama, mengganggu pasar global untuk energi dan barang-barang penting lainnya.
FAKTA-FAKTA
TankerTrackers.com, sebuah perusahaan yang melacak pengiriman minyak di laut, adalah salah satu sumber ahli pertama yang mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Arista. Rekaman yang diambil oleh sebuah media berita Armenia mencocokkan kapal dalam rekaman televisi pemerintah dengan Arista, dengan menunjukkan warna kontainer di deknya dan skema cat kapal tersebut. Televisi pemerintah Iran tidak menayangkan gambar close-up nama kapal atau nomor registrasinya. Dalam satu tayangan, nama kapal tersebut dikaburkan.
Data pelacakan maritim menunjukkan bahwa kapal Arista telah terjebak di sebelah utara Pulau Hormuz di perairan teritorial Iran sejak pertengahan Maret. Kapal tersebut sedang berlayar antara Hormuz dan Asaluyeh, pelabuhan Iran lainnya, ketika terjebak, menurut data pelacakan.










