Ia menegaskan, pembangunan perdamaian membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, dalam memperkuat kerukunan, mencegah konflik, memberdayakan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, kemitraan antara pemerintah dan gereja diharapkan tidak berhenti pada seremoni atau pernyataan kebersamaan. Kolaborasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Keluarga yang kokoh akan memperkuat pelayanan, pelayanan yang berdampak akan menguatkan masyarakat, dan masyarakat yang hidup dalam persaudaraan akan menjadi fondasi bagi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera. Semua itu par Maluku pung bae,” ungkapnya.
Seminar Diharapkan Hasilkan Komitmen Nyata
Seminar Keluarga Gembala GPdI Maluku 2026 mengangkat tema “Keluarga Gembala yang Diberkati, Kokoh, dan Menjadi Berkat”. Tema ini menekankan bahwa kualitas pelayanan gereja tidak dapat dipisahkan dari ketahanan keluarga dan keteladanan para pelayan Tuhan.
Menutup sambutannya, Lewerissa berharap kegiatan tersebut menghasilkan pemikiran dan komitmen nyata untuk memperkuat keluarga gembala, meningkatkan kualitas pelayanan gereja, serta mendukung pembangunan masyarakat Maluku yang rukun dan sejahtera.










