Generasi Muda Hadapi Tantangan Sosial
Selain menyoroti ketahanan keluarga, Gubernur Maluku juga mengangkat persoalan yang mengancam masa depan generasi muda. Pengangguran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, judi online, kekerasan, serta pengaruh negatif perkembangan teknologi disebut membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Menurut Lewerissa, persoalan tersebut tidak dapat diserahkan kepada pemerintah atau keluarga semata. Diperlukan kolaborasi antara gereja, orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat pendidikan karakter serta menyediakan ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh secara positif.
“Gereja dapat mengambil peran strategis bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk membina karakter, melindungi generasi muda, serta menumbuhkan harapan bagi masa depan bersama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan, pengembangan keterampilan, serta pembukaan kesempatan bagi anak muda untuk membangun kemandirian. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya terlindungi dari pengaruh negatif, tetapi juga memiliki bekal untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Gereja Diminta Perkuat Perdamaian di Maluku
Lewerissa turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai hidop orang basudara sebagai kekuatan sosial masyarakat Maluku. Semangat persaudaraan, katanya, harus diwujudkan melalui kepedulian, sikap saling menghormati, dan komitmen menjaga perdamaian di tengah keberagaman.










