Pasalnya, inovasi tersebut bukan hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar tagihan listrik, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi sehingga layak dipilah dan dikelola dengan baik.
“Ketika masyarakat menyadari bahwa sampah dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka kesadaran untuk mengelolanya secara benar akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Pemkot Ambon berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang dapat direplikasi di berbagai desa, negeri, dan kelurahan di Kota Ambon.
Di akhir sambutannya, Gaspersz menyampaikan apresiasi kepada PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara melalui Program PLN Peduli, Pemerintah Negeri Hative Besar, para mitra, serta seluruh kelompok masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami berharap Negeri Hative Besar menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin kita dapat mewujudkan Kota Ambon yang semakin bersih, sehat, berdaya, dan berkelanjutan,” tutupnya. (AM-18)










