Arikamedia.id, AMBON – Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab.
“Jika setiap keluarga membiasakan memilah sampah sejak dari rumah, maka jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir akan berkurang secara signifikan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, saat menghadiri Pameran Daur Ulang Sampah hasil Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Menuju Gaya Hidup Berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat membuka peluang bagi warga untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui pelatihan dan pemberdayaan, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual yang mampu menambah pendapatan keluarga.
“Ini merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya, di Lapangan Bola Voli Wailette, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Jumat, (24/7/26).
Pada kesempatan itu, Gaspersz juga memberikan apresiasi atas hadirnya Program Bayar Listrik dengan Sampah yang digagas melalui kolaborasi bersama PLN Peduli.










