Arikamedia.id, AMBON – Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di bidang kelautan dan perikanan.
Namun, di tengah upaya tersebut, keterbatasan tenaga pengajar masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, Kepala SUPM Waiheru Ambon, Abdul Azis Usemahu, mengatakan saat ini terdapat 26 tenaga pengajar.
Para guru tersebut mengajar pada empat bidang mata pelajaran kejuruan sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing.
“Untuk guru-guru yang mengajar di SUPM Ambon ini semuanya merupakan guru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan mengajarkan bidang kompetensi keahlian masing-masing,” ujar Usemahu kepada wartawan di SUPM Waiheru, Rabu,(26/8/26).
Meski demikian, ketersediaan guru pada mata pelajaran kejuruan belum sepenuhnya diikuti dengan terpenuhinya tenaga pengajar untuk mata pelajaran umum. Saat ini, SUPM Waiheru Ambon masih membutuhkan guru untuk mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Agama.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Usemahu menyebut pihak sekolah telah mengambil langkah dengan membangun kerja sama bersama Dinas Pendidikan.










