BeritaEkonomiNasionalUtama

Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo, utang pemerintah Indonesia sudah bertambah nyaris Rp 2.000 triliun. 

11
×

Belum genap 2 tahun pemerintahan Prabowo, utang pemerintah Indonesia sudah bertambah nyaris Rp 2.000 triliun. 

Sebarkan artikel ini

Arikamedia.id, JAKARTA – Sebelum Prabowo menjabat, posisi utang pemerintah per akhir September 2024 tercatat Rp8.473,90 triliun.

Kini, per akhir Juni 2026, utang pemerintah sudah mencapai: Rp10.293,69 triliun

Artinya, dalam waktu kurang dari dua tahun, utang pemerintah bertambah sekitar Rp1.819,79 triliun atau 21,5%.

Rasio utang terhadap PDB juga meningkat: September 2024: 38,55% Desember 2024: 39,81% Desember 2025: 40,46% Juni 2026: 41,26%, mengutip Kontan.co.id. 

Angkanya memang terus naik. Tapi apakah berarti kondisi utang Indonesia sudah mengkhawatirkan?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rasio utang Indonesia masih jauh di bawah batas maksimal 60% terhadap PDB yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara. “Kalau kita lihat kan, masih di bawah 60% jauh,” ujar Purbaya.

Baca Juga  18 Agustus 2026 apakah cuti bersama? Ini jawaban SKB 3 Menteri

Purbaya juga mengatakan pemerintah akan berupaya menekan rasio utang dengan membatasi defisit dan meningkatkan efektivitas penerimaan pajak.

“Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection (penerimaan pajak) kita,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah menegaskan utang tetap dikelola secara prudent, terukur, dan produktif untuk mendukung pembangunan nasional. ** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Empat hari sebelum 17 Agustus 2026, situasi keamanan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menjadi perhatian serius aparat keamanan nasional.  Pada…