Arikamedia.id, IRAN – Iran menyebut penghadangan kapal yang dilakukan AS merupakan aksi “pembajakan”.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin putaran pertama perundingan damai, berkata “tidak mungkin” membuka kembali selat tersebut karena blokade yang terjadi dianggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Haji Bababei, menyatakan di hari yang sama bahwa pendapatan pertama yang dikumpulkan dari pungutan pada kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz telah disetorkan ke Bank Sentral Iran. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai jumlah pungutan, metode penarikan, maupun siapa yang membayarnya. BBC tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.
Sehari sebelumnya, Angkatan Laut Iran telah menyita dua kapal kargo di selat tersebut dan membawanya ke pantai setelah menerima laporan bahwa ada tiga kapal mendapat serangan dari pasukan Iran. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kantor berita Fars, menyebut IRGC berada di balik serangan tersebut.
BBC Verify menganalisis rekaman penyitaan dua kapal yang dibagikan oleh IRGC Adapun dua kapal, yakni MSC Francesca dan Epaminondas dapat diidentifikasi dengan jelas, meski pengambilan gambar dari udara tampaknya direkam beberapa jam setelah serangan awal yang dilaporkan.










