“Pekerjaan domestik tidak semestinya dibebankan sepenuhnya kepada perempuan. Relasi keluarga yang sehat membutuhkan keterlibatan kedua pihak serta pemahaman mengenai kesetaraan dan penghormatan terhadap satu sama lain,” ujarnya, beberapa waktu lalu ketika berdiskusi dengan DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) di ruang kerjanya.
Karena itu, pengarusutamaan gender di Maluku perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
“Perubahan pola pikir menjadi bagian penting dari upaya tersebut agar perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan diri dan terlibat dalam pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PIM Maluku, Rimaniar Julindra mengapresiasi pandangan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, yang mendorong pemberdayaan perempuan dan anak sebagai prioritas pengabdian kepada masyarakat.
PIM menilai kesetaraan gender harus diwujudkan melalui akses pendidikan, pelatihan, peluang ekonomi, serta pembagian tanggung jawab domestik yang adil.
“Kami berharap kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi perempuan semakin diperkuat agar perempuan di Maluku memiliki kesempatan yang setara untuk maju, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan,” tutupnya. (AM-29).










