Arikamedia.id, AMBON — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga Oktober 2026, capaian aktivasi baru 21 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 30 persen pada Desember mendatang.
Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Hanny Meila Seconova Tamtelahitu, mengatakan pihaknya memperluas pelayanan jemput bola ke negeri, kelurahan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat aktivasi IKD.
“Pelayanan langsung ini untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus selalu datang ke kantor,” ujarnya di Balai Kota Ambon, Selasa (20/10/26).
Dalam waktu dekat, pelayanan akan menyasar Negeri Hutumuri dan Rumah Tiga. Disdukcapil juga memprioritaskan Negeri Batu Merah di Kecamatan Sirimau, Passo di Kecamatan Baguala, serta sejumlah wilayah berpenduduk besar di Kecamatan Nusaniwe.
Penentuan wilayah prioritas didasarkan pada jumlah penduduk yang telah memiliki KTP elektronik, tetapi belum mengaktifkan IKD.
Menurut Tamtelahitu, aktivasi IKD penting untuk mempermudah akses layanan administrasi kependudukan, termasuk layanan yang berkaitan dengan bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.










