“Edukasi merupakan langkah paling penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Semakin baik pendidikan karakter yang diberikan sejak dini, maka semakin kuat pula daya tahan mereka terhadap berbagai pengaruh negatif,” kata Kapolda.
Ia menjelaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan karakter generasi muda yang mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing.
Dalam konteks Maluku yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat, Kapolda menilai pendidikan toleransi memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan masyarakat.
“Kami berharap dapat dibangun pola pembelajaran yang mempererat hubungan antara anak-anak Muslim dan Nasrani sejak dini. Mereka harus saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujarnya.
Kapolda juga mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung para pelajar, khususnya di wilayah yang pernah mengalami konflik sosial maupun daerah yang membutuhkan penguatan pendidikan karakter.










