Ia juga mengingatkan bahwa semangat patriotisme dan kegigihan harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan Menpora.
Kepada generasi muda Indonesia, Menpora berpesan agar terus berani bermimpi, bekerja keras, mengembangkan kemampuan, serta berkontribusi bagi bangsa tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesannya.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang akan dihadapi, melainkan sesuatu yang harus dibangun bersama sejak sekarang.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyerahkan penghargaan kepemudaan kepada perwakilan siswa dan mahasiswa berprestasi. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap capaian generasi muda sekaligus diharapkan dapat mendorong para pemuda di Maluku untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.










