JAKARTA – Kondisi perang yang tengah terjadi di Timur Tengah mengakibatkan kondisi pasokan energi global, terutama minyak dan gas bumi (migas) menjadi terbatas. Indonesia, meski memiliki pasokan energi domestik, jumlahnya terbatas dan masih di bawah konsumsi nasional.
Maka dari itu, berbagai langkah strategis harus dilakukan untuk menjaga pasokan agar dapat memenuhi permintaan masyarakat dan industri, salah satunya adalah melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen energi utama dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pada pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, telah menyepakati kerja sama jangka panjang di bidang energi. Kerja sama ini dibidik untuk menggenapi kebutuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.
“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara. Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin. Dan kabarnya Alhamdulillah cukup mengembirakan,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).










