Disebutkan tema ini lahir dari semangat untuk mengajak seluruh masyarakat Maluku kembali mencintai dan membanggakan Kebaya Cole sebagai warisan budaya perempuan Maluku.
“Bagi kami, Kebaya Cole bukan hanya busana adat, tetapi juga simbol identitas, nilai, dan kearifan budaya yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” tutur Ibu Ipa sapaan akrabnya yang juga Wakil Ketua DPD PIM Maluku Bidang Pariwisata ini.
Karena itu, menurutnya, peringatan Hari Kebaya Nasional tahun ini kami kemas sebagai perayaan budaya yang meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Akan ada Parade Kebaya Cole, kemudian Kebaya Cole Bergoyang sebagai wujud sukacita dan kebersamaan dalam melestarikan budaya,” kata Ipa yang juga Kepala Dinas (Kadis) PTSP Provinsi Maluku ini.
“Kami juga menghadirkan pasar murah sebagai bentuk kepedulian sosial agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” tutupnya. (AM-29).










