Dia menekankan penanganan persoalan bunuh diri tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan pengamanan fisik semata, melainkan juga membutuhkan perhatian serius dari lingkungan keluarga, dan dukungan sosial yang kuat.
“Keluarga harus jauh lebih peka dan tanggap terhadap perubahan perilaku anggota keluarga, yang terlihat sedang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial yang berat. Begitu juga peran tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting, untuk terus dibangun guna menciptakan budaya kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.
Lekransy juga menyoroti keterlibatan aktif masyarakat, dukungan sistem teknologi pengawasan yang andal, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan dapat berjalan bersinergi. Sehingga mampu menekan angka, dan mencegah sepenuhnya fenomena percobaan bunuh, diri di kawasan JMP secara maksimal. *










