Lekransy menilai, pemanfaatan teknologi menjadi bagian krusial, dalam sistem pencegahan dini yang efektif.
Lebih lanjut Lekransy menjelaskan, sistem canggih tersebut nantinya dirancang, agar dapat langsung memberikan peringatan cepat kepada petugas yang bertugas. Dengan demikian, respons penanganan di lapangan bisa dilakukan sesegera mungkin, saat terdeteksi adanya situasi darurat atau mengancam keselamatan.
“Pemkot Ambon juga terus akan berkoordinasi secara intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), guna memperoleh hak akses pemantauan terhadap perangkat CCTV, yang terpasang di kawasan strategis tersebut. Karena JMP adalah kewenangan BPJN,” jeasnya.
Akses ini sangat penting agar pemerintah daerah dan aparat kepolisian, dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron.
Ia juga turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh aparat TNI, Polri, serta kesigapan masyarakat yang selama ini beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di kawasan JMP.
Pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor ke pihak berwenang, apabila melihat warga dengan kondisi emosional yang tidak stabil, atau menunjukkan perilaku mencurigakan, saat berada di sekitar jembatan.










