“Saya senang Presiden bilang akan memburu koruptor sampai ke Antartika, tapi kita hanya diminta senang mendengar. Gak usah ke Antartika, cukup antar kita,” kata Gandjar.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pembuktian komitmen pemberantasan korupsi melalui tindakan nyata di dalam negeri, bukan semata-mata melalui pernyataan atau retorika.
Gandjar juga mengkritik kecenderungan masyarakat maupun pejabat yang menempatkan posisi dan kekuasaan sebagai simbol kehormatan. Menurutnya, pejabat tetap merupakan warga negara biasa di luar tugas kedinasannya dan tidak semestinya menggunakan fasilitas maupun anggaran negara secara berlebihan. (*)










