Presiden melaporkan bahwa hingga 30 Juni 2026, pemerintah telah membantu renovasi 83.907 rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Selain itu, program FLPP telah menjangkau hampir 100.000 rumah, sementara kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
“Pernyataan Presiden bahwa rumah adalah ketenangan, martabat dan masa depan rakyat sangat tepat. Rumah adalah kebutuhan dasar dan salah satu ukuran keberhasilan negara dalam menghadirkan kesejahteraan,” ujar Indra.
Indra juga mengatakan, agenda penyediaan rumah rakyat harus terus diperluas dengan melibatkan seluruh ekosistem perumahan nasional, mulai dari pemerintah, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, kontraktor, produsen bahan bangunan, agen properti hingga masyarakat.
Konsistensi Presiden terhadap Desa dan Rumah Rakyat Indra melihat perhatian Presiden Prabowo terhadap desa dan perumahan bukan merupakan kebijakan yang muncul sesaat. Pemerintah sebelumnya juga telah menempatkan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah sebagai salah satu fokus kebijakan, termasuk melalui percepatan pembangunan perumahan dan kebijakan pembiayaan yang lebih pro-rakyat.
Demikian pula dengan desa. Penguatan koperasi desa, desa nelayan dan ekonomi masyarakat desa menunjukkan adanya upaya membangun ekonomi dari lapisan paling bawah.










