Menurutnya, berbagai program tersebut mulai menunjukkan hasil. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,33 persen atau sekitar 22.300 jiwa, lebih rendah dibandingkan 5,13 persen pada tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 11,37 persen atau sekitar 21.240 jiwa.
Di sektor ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon meningkat menjadi 83,97, tertinggi di Provinsi Maluku dan masuk kategori sangat tinggi.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku juga naik menjadi Rp21,01 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp12,94 triliun.
Meski demikian, Bodewin mengakui pertumbuhan ekonomi Kota Ambon melambat menjadi 4,87 persen dibandingkan 5,96 persen pada tahun sebelumnya.
Inflasi juga meningkat menjadi 4,23 persen akibat tekanan harga komoditas global dan gangguan distribusi yang dipengaruhi cuaca ekstrem.
Dari sisi keuangan daerah, pendapatan Kota Ambon terealisasi sebesar Rp1,221 triliun atau 93,32 persen dari target, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1,223 triliun atau 92,95 persen dari pagu anggaran.
Pemerintah Kota Ambon juga mencatat SiLPA sebesar Rp5,16 miliar, dengan total aset daerah mencapai Rp2,134 triliun.










