Ia mengapresiasi konsep Sarang Kawalinya yang menjadikan ikan kawalinya sebagai salah satu menu unggulan.
Ikan tersebut merupakan bagian dari kekayaan laut Maluku yang memiliki nilai ekonomi serta kandungan protein yang baik.
Kreativitas dalam mengolahnya menjadi beragam hidangan dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkenalkan pangan lokal kepada pasar yang lebih luas.
Sarang Kawalinya diharapkan mampu menjadi alternatif kuliner bagi warga Ambon maupun masyarakat dari luar daerah yang berkunjung.
“Hal-hal yang berkaitan dengan kekayaan alam, budaya dan adat istiadat Maluku serta Kota Ambon harus terus dihidupkan kembali. Jangan sampai anak cucu kita lupa terhadap apa yang pernah ada dan menjadi ciri khas daerah ini,” tegasnya.
Pengembangan menu berbahan baku lokal juga dinilai menjadi salah satu cara menjaga identitas kuliner Maluku agar tetap dikenal dan berkembang dari generasi ke generasi.
“Kalau makanan yang biasa kita temui sudah ada di mana-mana, tetapi kawalinya diolah menjadi berbagai menu seperti yang ada di Sarang Kawalinya, tentu menjadi sesuatu yang berbeda,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon juga memastikan komitmennya menciptakan iklim usaha yang terbuka dan kondusif bagi masyarakat maupun investor. (AM-18).










