Arikamedia.id, AMBON – Semangat persaudaraan masyarakat Nusalaut dan Ambalau kembali diperkuat dalam momentum Halal Bihalal, di Islamic Center Senin, (14/4/26).
Momentum ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di tengah perbedaan tetap terjaga kuat dalam kehidupan masyarakat Maluku.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa tradisi Halal Bihalal memiliki makna penting sebagai perekat sosial yang lahir dari kearifan lokal bangsa.
Tradisi tersebut dinilai mampu menjaga hubungan antarwarga tetap harmonis, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.
Menurutnya, ikatan gandong yang terjalin antara masyarakat Nusalaut dan Ambalau mencerminkan praktik nyata toleransi yang telah diwariskan lintas generasi.
Nilai ini bukan hanya menjadi simbol, tetapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menambahkan, kekuatan persaudaraan seperti yang ditunjukkan dalam komunitas NUSAMBA menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Di tengah dinamika global yang terus berkembang, solidaritas sosial dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan semangat yang terus dirawat, NUSAMBA menjadi gambaran kuat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, rukun, dan penuh solidaritas di Maluku.










