Latuconsina menilai, pada periode pertama kepemimpinan Alfred, PTMSI Maluku telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Salah satu capaian penting adalah terbentuknya kepengurusan PTMSI di 11 kabupaten dan kota di Maluku, sehingga organisasi kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalankan program pembinaan.
Dikatakan keberhasilan membangun struktur organisasi hingga ke daerah merupakan langkah besar untuk memajukan olahraga tenis meja di Maluku.
“Tenis meja adalah olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat. Hampir semua orang pernah memainkan olahraga ini. Kalau dikelola secara serius, bukan hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku, Hong Arta Jhon Alfred, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga tenis meja pada masa kepengurusan 2026–2030.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PTMSI kabupaten dan kota yang kembali memberikan amanah kepada saya untuk memimpin PTMSI Provinsi Maluku pada periode kedua. Kepercayaan ini akan kami jawab dengan kerja nyata untuk memajukan tenis meja di Maluku,” ucapnya.










