Ia mengatakan, tenis meja merupakan olahraga yang digemari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Karena itu, kepengurusan yang baru diharapkan mampu menyusun program kerja yang berorientasi pada pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Gubernur juga menitipkan sejumlah pesan kepada pengurus PTMSI Maluku yang baru dilantik. Prioritas pertama adalah memperkuat pembinaan atlet usia dini dengan melakukan pencarian dan pengembangan bibit-bibit potensial secara berjenjang melalui sekolah-sekolah maupun klub-klub tenis meja di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, Sam Latuconsina, menyambut positif pelantikan Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku masa bakti 2026–2030.
Ia berharap kepengurusan periode kedua di bawah kepemimpinan Alfred mampu membawa tenis meja Maluku melangkah lebih jauh dengan melahirkan prestasi di tingkat nasional.
Kata dia pelantikan organisasi olahraga tidak boleh dimaknai sebatas seremoni, melainkan harus menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, serta menyusun langkah strategis dalam membangun organisasi yang lebih kuat.
“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini harus menjadi titik awal untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi bagaimana organisasi dijalankan agar semakin baik ke depan,” ungkapnya.










