Defisit Diproyeksi Mendekati 3%
Dari sisi fiskal, Juniman memperkirakan defisit APBN akan meningkat tajam pada September seiring dengan meningkatnya belanja pemerintah. “Defisit biasanya mendekati 1,9% atau 1,8% (dari PDB), kemudian langsung lompat dan mendekati 2% (dari PDB). Setelah itu, pada Oktober dan November akan terus meningkat sampai akhirnya mencapai level yang diinginkan pemerintah, yaitu 2,85%,” jelasnya.
Juniman memperkirakan defisit APBN 2026 berada di kisaran 2,8% hingga 2,93% terhadap PDB. Proyeksi tersebut masih berada dalam kisaran pemerintah dengan asumsi dilakukan refocusing, efisiensi, dan efektivitas belanja, khususnya pada program prioritas.
Juniman menilai program seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat sulit dihentikan. Karena itu, pemerintah perlu mencari ruang efisiensi, termasuk melalui belanja kompensasi subsidi, khususnya energi. “Pemerintah mau tidak mau harus melakukan efisiensi karena belanja yang lain sudah dihabiskan dan sudah tidak bisa lagi ditekan,” katanya. *















