Selain penyelesaian interior, pemerintah juga secara bersamaan melakukan pengadaan mebel, komputer, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya untuk menunjang operasional MPP.
“Kami berharap apabila seluruh proses berjalan lancar dan tidak ada kendala, termasuk masa sanggah dalam proses pengadaan, maka paling lambat Desember 2026 kami sudah bisa melakukan soft opening,” katanya.
Mail menjelaskan, soft opening bukan berarti Mal Pelayanan Publik langsung beroperasi secara penuh. Tahap tersebut merupakan masa simulasi dan uji coba untuk memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan optimal, mulai dari alur pelayanan, kesiapan petugas, hingga fungsi perangkat dan teknologi yang digunakan.
Melalui tahapan ini, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan penyempurnaan apabila masih ditemukan kendala sebelum MPP resmi dibuka untuk masyarakat. (AM-18)










