“Sudah saatnya kita beralih dari sikap reaktif menjadi langkah preventif. Peran tokoh agama, alim ulama, pendeta, dan seluruh pihak terkait sangat penting untuk memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar kita saling memahami perbedaan yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho menyebut sejumlah persoalan sosial masih menjadi perhatian aparat keamanan, di antaranya perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta kenakalan remaja seperti balapan liar.
Menurut Andrias, kasus kekerasan juga cukup banyak ditangani aparat sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak. “Kasus-kasus tersebut cukup banyak terjadi di wilayah hukum Kota Ambon. Bahkan di tahanan kita, kasus kekerasan mendominasi. Ini menjadi keprihatinan bersama dan terus kita upayakan agar angka kejadian tersebut dapat ditekan,” ungkapnya.
Andrias menegaskan, kondisi keamanan yang kondusif merupakan salah satu fondasi penting bagi kelancaran pembangunan. Karena itu, menjaga ketertiban tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.













