Arikamedia.id, AMBON — Perum Bulog memastikan ketersediaan pangan di Maluku dalam kondisi aman. Dengan stok yang tersedia, ditambah pasokan dalam perjalanan dan penyerapan gabah petani lokal, kebutuhan masyarakat diperkirakan mencukupi hingga tiga sampai empat bulan ke depan.
Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Maluku, Abdul Azis, mengatakan stok beras medium atau beras PSO saat ini mencapai 12.881 ton. Selain itu, Bulog memiliki 134 ton beras premium, 77 ton gula pasir, 54 ton beras jagung untuk pakan ternak, dan 129 ton minyak goreng.
Menurut Abdul, jumlah tersebut belum termasuk pasokan yang masih dalam perjalanan maupun komoditas yang sedang menjalani proses pengolahan.
Bulog juga terus memperkuat cadangan pangan melalui penyerapan gabah petani lokal. Saat ini sekitar 2.077 ton gabah masih dalam proses pengeringan dan pengolahan menjadi beras.
“Gabah yang kita serap dari petani kemudian dikeringkan di penggilingan. Setelah itu diproses dan digiling menjadi beras,” kata Abdul saat ditemui di Kantor Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Waihaong, Selasa (1/9/2026).
Selain itu, sekitar 500 ton pasokan masih dalam perjalanan. Bulog juga telah menyerap sekitar 10.800 ton gabah petani dari sejumlah wilayah produksi, seperti Buru dan Seram, khususnya Kobisonta.










