Pulau Nailaka adalah pulau kecil tak berpenghuni yang terkenal di Kepulauan Banda, Maluku, sebagai destinasi wisata bahari dengan pasir putih lembut, air laut jernih berwarna toska, dan suasana pulau pribadi yang tenang, terletak di utara Pulau Rhun dan mudah diakses dengan perahu dari Banda Neira untuk menikmati snorkeling, keindahan bawah laut, serta fenomena Tanjung Tenusan saat surut.
Melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Desa Ai. Ternyata di desa ini kembali ditemukan rekam sejarah yang diwariskan para penjajah kala itu.
Pulau Ai merupakan sebuah pulau dan desa yang terletak di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Lokasinya berada 6 mil di sebelah barat Kepulauan Banda. Pulau ini adalah bagian dari perebutan rempah pala dunia antara Inggris dan Belanda, dengan Inggris sempat menguasai Ai sebelum terusir, dan Belanda menguasai Banda Neira serta pulau-pulau sekitarnya hingga 1942.
Untuk mengamankan kekuasaannya, Belanda membangun benteng di Ai dan menamainya “Benteng Revengie” (Pembalasan Dendam) sebagai simbol kemenangan mereka atas penduduk yang melawan.
Kini, sisa-sisa sejarah kolonial seperti Benteng Revengie, Gereja Tua Betlehem, makam-makam Belanda, dan Masjid Nur Ay menjadi saksi bisu kisah sejarah pulau ini.










