Arikamedia.id, AMBON – Situasi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik antarnegara, dapat berdampak langsung terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berimbas pada tarif transportasi.
Karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat ketergantungan terhadap transportasi laut dan udara sangat tinggi.
Karena itu, tarif konektivitas antarwilayah seperti kapal ferry dan pesawat berpotensi mengalami kenaikan signifikan.
“Kalau terjadi kenaikan tarif BBM, pasti akan diikuti kenaikan tarif angkutan, khususnya di Maluku yang merupakan daerah kepulauan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy, dalam rapat kerja bersama mitra Komisi III di ruang paripurna DPRD Maluku, Senin (13/4/2026).
Allan mencontohkan, kenaikan harga avtur beberapa waktu lalu telah berdampak pada lonjakan harga tiket pesawat hingga mencapai 80 persen.
Dikatakan, ini contoh kecil, tapi dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Karena itu, Dinas Perhubungan harus menyiapkan langkah antisipatif dari sekarang.
Menurutnya, penting kesiapan infrastruktur transportasi, termasuk pelabuhan dan bandara, guna menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, terutama menjelang Idul Adha.
“Kami berharap, langkah-langkah strategis tersebut dapat dimasukkan dalam perencanaan ke depan, termasuk dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah,” tukasnya.










