Pertanyaannya: Ancaman apa yang sedang dihadapi negara dari sekumpulan mahasiswa?”
Mabes TNI melalui Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas langsung pasang badan. Ia berkilah bahwa pengerahan prajurit loreng hanya berdasarkan permintaan bantuan dari Polri.
“Artinya tetap polisi di depan,” klaimnya. Namun, pembelaan itu dinilai tidak menjawab esensi mengapa aparat pertahanan negara harus ikut campur mengurusi demonstrasi damai.
5 Tuntutan Sengit Mahasiswa yang “Diredam”:
Hentikan pemborosan APBN.
Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) & Koperasi Desa Merah Putih.
Hentikan militerisme sipil.
Menuntut Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
Apakah pengerahan TNI dan Komcad ini murni demi keamanan, atau justru taktik menakut-nakuti gerakan mahasiswa? Tulis opini tajam kalian di kolom komentar! (**)










