Arikamedia.id, AMBON — Tingkat literasi dan inklusi keuangan di Maluku masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat edukasi keuangan, khususnya bagi pelajar.
Hal tersebut disampaikan dalam Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Maluku 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Kamis (3/9/26).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.200 pelajar SMP dan SMA ini digelar bersama Pemprov Maluku, Pemkot Ambon, LPS, perbankan, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya.
Berdasarkan SNLIK 2026, literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan Maluku 63,87 persen. Untuk inklusi keuangan, nasional mencapai 93,61 persen, sementara Maluku 87,59 persen.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady mengatakan edukasi sejak usia sekolah penting agar generasi muda mampu mengelola keuangan dengan baik sekaligus mengenali dan menghindari layanan keuangan ilegal.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, OJK Maluku bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 82 kegiatan edukasi keuangan dengan total 9.310 peserta.










