Arikamedia.id, AMBON – Ketua Panitia Festival Marawai 2026, Jonathan Kainama, mengatakan, budaya tidak berhenti sebagai cerita dari masa lalu, melainkan tetap hidup, berkembang dan dikenal oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Demikian dikatakannya pada Festival Marawai 2026 Negeri Hatalai Kota Ambon, Selasa (25/8/26).
Di sisi lain, Kainama menjelaskan bahwa nama Festival Marawai diambil dari Puncak Marawai, sebuah tempat yang memiliki nilai historis dalam perjalanan peradaban Negeri Hatalai.
Pemilihan nama tersebut bukan tanpa alasan. Panitia ingin menghubungkan festival dengan sejarah dan identitas negeri, sehingga setiap pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai akar budaya yang dimiliki Hatalai.

Melalui nama Marawai, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa setiap tradisi, tempat dan peninggalan budaya memiliki cerita serta nilai sejarah yang tidak terpisahkan dari perjalanan sebuah negeri.
Karena itu, Festival Marawai tidak hanya ditempatkan sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan sejarah, budaya dan kreativitas masyarakat dalam satu momentum kebersamaan.
Dalam pelaksanaan Festival Marawai 2026, panitia membawa sejumlah harapan. Pertama, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat pelestarian seni dan budaya sehingga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.










