Arikamedia.id, AMBON – Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala, meminta PT PLN memberikan kemudahan, bahkan bila memungkinkan diskon biaya penambahan daya listrik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Maluku.
Dikatakan, persoalan kelistrikan yang dihadapi sejumlah SMK di Maluku, keterbatasan daya listrik membuat berbagai mesin praktik dan peralatan pembelajaran tidak dapat dioperasikan secara maksimal.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar, terutama kegiatan praktikum yang menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi.
“Kebetulan ada perwakilan dari PLN di ruangan ini, saya ingin menyampaikan persoalan kelistrikan di sekolah-sekolah, khususnya SMK di Maluku. Banyak sekolah membutuhkan daya listrik yang lebih besar, misalnya sekitar 20.000 VA, tetapi yang tersedia masih daya standar seperti sekolah SMA biasa,” ujar Sangkala saat menutup rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi bersama 18 mitra, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, serta para pemangku kepentingan investasi di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Senin, (6/7/26).










