Arikamedia.id, AMBON – Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non-subsidi dikeluhkan para pengrajin tahu dan tempe di Kota Ambon.
Kondisi ini dinilai semakin membebani biaya produksi serta mengancam keberlangsungan usaha kecil yang bergantung pada BBM dalam proses pengolahan.
Salah satu pengrajin tahu dan tempe mengungkapkan bahwa selama ini mereka menggunakan solar non-subsidi untuk menunjang kegiatan produksi.
Namun, tingginya harga solar membuat biaya operasional meningkat dan menekan keuntungan usaha.
Tidak hanya itu, para pengrajin juga mengaku kesulitan memperoleh solar secara langsung dari Pertamina, untuk memenuhi kebutuhan produksi, mereka terpaksa membeli melalui pengecer dengan harga yang lebih tinggi.
“Karena itu, kami berharap ada perhatian pemerintah, terutama terkait subsidi atau kemudahan akses BBM bagi usaha kecil seperti kami,” ujar salah satu pengrajin.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
“Nanti kita koordinasikan dengan Pertamina, karena memang ini tidak mudah. Ini merupakan kebijakan nasional dan dampaknya juga ke mana-mana,” kata Wali Kota di Balai Kota Ambon, Kamis, (18/6/26).










