Arikamedia.id, AMBON – Insiden penikaman terhadap Ketua Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Nus Rumatora (Ait Nus), di kawasan Bandara Langgur menjadi perhatian serius.
Peristiwa ini dinilai tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta keamanan di wilayah Maluku Tenggara.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku melalui siaran pers resminya yang ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Maluku Umar Lessy dan Sekretaris Partai Golkar, Anos Yeremias, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
Tindakan kekerasan ini dipandang sebagai pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dan bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pernyataan sikapnya, Golkar Maluku menegaskan enam poin penting sebagai respons atas insiden tersebut:
Mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara sebagai perbuatan melawan hukum.
Mengimbau seluruh kader, khususnya di Maluku Tenggara, untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, dan mengungkap motif secara transparan serta profesional.










