Oleh : W. Tomson (Pengamat Kebijakan Publik)
MALUKU saat ini sedang menghadapi impoten ekonomi yang sangat parah. Kas daerah yang kosong, eksport yang anjlok, biaya hidup yang tinggi, dan inflasi yang tinggi membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintahan di Maluku sedang mengalami kegagalan yang sangat besar. Kas daerah yang kosong sudah tentu membuat pemerintah daerah tidak memiliki dana yang cukup untuk menjalankan operasional dan membiayai program-program pembangunan.
Ini berarti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat tidak dapat dikembangkan dengan baik. Jalan-jalan yang rusak, sekolah-sekolah yang tidak terawat, dan fasilitas kesehatan yang tidak memadai adalah beberapa contoh dari dampak kas daerah yang kosong.
Eksport Maluku yang anjlok, juga menunjukkan bahwa sektor ekonomi utama daerah ini sedang mengalami kesulitan. Penurunan eksport ini juga berdampak pada ekonomi Maluku secara keseluruhan, yang membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Biaya hidup yang tinggi membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan dasar. Harga barang-barang pokok seperti makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari lainnya sangat tinggi, sehingga masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Inflasi yang tinggi juga menunjukkan bahwa biaya hidup di Maluku semakin meningkat, sehingga masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.










