Norimarna juga menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang HIV, terutama di kalangan generasi muda. Pengetahuan mengenai penularan, pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan penyebaran HIV.
Ia meminta masyarakat tidak menjauhi orang yang hidup dengan HIV. Dukungan keluarga dan lingkungan diperlukan agar mereka tidak takut memeriksakan diri dan tetap menjalani pengobatan secara teratur.
“Orang dengan HIV bukanlah musuh. Mereka butuh dukungan agar patuh berobat dan tidak menularkan ke orang lain. Stigma hanya akan membuat mereka takut memeriksakan diri,” tegasnya.
Selain HIV, Norimarna turut menyinggung penanganan Tuberkulosis (TBC) di Kota Ambon. Sebagai salah satu pusat layanan kesehatan di Maluku, Ambon menerima pasien dari berbagai wilayah sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan cukup luas.
Karena itu, Dinkes Kota Ambon memastikan layanan kesehatan diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa membedakan asal daerah. Setiap pasien yang terdeteksi membutuhkan penanganan akan mendapatkan pelayanan sesuai prosedur medis.
“Begitu positif terdeteksi di sini, wajib kami layani. Risikonya terlalu besar jika dibiarkan. Prioritas utama kami adalah memutus rantai penularan melalui akses pengobatan yang tepat bagi siapa saja,” pungkasnya. (AM-18)















